Informasi perawatan bayi, koleksi menu resep makanan sehat balita, serta tips informasi lainnya

Diare dan Sembelit pada Bayi Balita

Diare
Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada bayi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya diare. Bisa karena makanan yang tercemar oleh virus,
keracunan makanan, atau alergi terhadap susu. Diare pada anak bisa dilihat dari konsistensi cairan yang keluar melalui BAB melebihi dari cairan yang masuk.

Dikatakan diare, jika bayi BAB lebih dari 3 kali sehari dan konsistensinya encer. Saat bayi diare, cegah jangan sampai dehidrasi. Berilah minuman isotonik (minuman yang mengandung ion), oralit, atau probiotik seperti yoghurt untuk membantu menyeimbangkan jumlah kuman baik di dalam ususnya, terutama pada bayi berumur di atas 6 bulan. Jika bayi masih menyusu, berilah ASI sebanyak-banyaknya karena di dalam ASI terkandung obat antivirus alami.

bayi diare

Sembelit
Terjadinya sembelit biasanya karena kurang makanan berserat. Nah, Bunda bisa memberikan makanan yang kaya akan serat seperti puding atau agar-agar, buah- buahan, dan sayuran. Namun, untuk bayi yang belum bisa makan berilah ASI. Sembelit jarang terjadi pada anak yang mengonsumsi ASI, kecuali mereka yang minum susu formula.
Pemerintah didukung oleh WHO & USAID mensosialisasikan program Lintas Diare (Lima Langkah Tuntas Mengatasi Diare). Langkah-langkah tersebut adalah sebagai
berikut.

1. Pemberian Oralit baru, dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Berikan segera bila anak diare untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi.

2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut untuk mengurangi lama dan beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2 - 3 bulan. Zinc juga dapat mengembalikan nafsu makan anak. Pemberian Zinc ini mempunyai evidence based Kelas I, yang mana lebih kuat daripada pemberian probiotik (evidence based kelas III). Penelitian di Bangladesh yang melibatkan lebih dari 8.000 anak menunjukkan untuk mencapai efek zinc yang optimal, diberikan zinc minimal 10 hari.

3. ASI dan makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang hilang.

4. Antibiotik tidak diberikan kecuali dengan indikasi, misalnya diare berdarah (disentriform) atau yang diduga bakteri pada fasilitas kesehatan tanpa laboratorium.

5. Nasihat pada ibu atau pengasuh: kembali kontrol segera jika demam, tinja berdarah, muntah berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, ada tanda dehidrasi sedang-berat, atau belum membaik dalam 3 hari.

© 2017 Bayimu.Com - Tentang Bayi/Anak & Tips Info, AllRightsReserved.